terukir harapan dalam jurang

Ada satu nama dalam sebuah catatan, tentang kisah semasa dulu.
Seperti menyulam dalam air, tak berbekas, tak ada hasil, Yang ada hanyalah sebuah keheningan dalam kebeningan. 
Nampak indah dipandang mata, tetapi menghanyutkan ketika diselami.

Begitu banyak harapan dengan kisah yang diyakini itu adalah sebuah kebenaran,,
Akan tetapi ketika ditelusuri lagi, ternyata itu adalah sebuah kebohongan. 

Minak Ita dia, lerem Ita data...

Begitulah yang terjadi...
Ketika diri kita dieksploitasi oleh angan...

Banyak yang bertanya? 
"Mengapa hujan tak reda"
Aku hanya bisa berkata " KehendakNyalah yang Terjadi.